Arsip Blog

KTSP dan Kurikulum 2013

K13Setiap diberlakukannya kurikulum baru selalu diberikan nama pada kurikulum baru tersebut. Pemberian nama tersebut dikaitkan dengan tahun pemberlakuannya. Misal kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1975 disebut kurikulum 75. Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1984 disebut kurikulum 84. Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1994 disebut kurikulum 1994. Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 2004 disebut  kurikulum 2004. Khusus untuk kurikulum 2004 sering disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum KBK ini tidak berumur panjang, karena pada tahun 2006 diberlakukan kurikulum baru lagi yang disebut kurikulum 2006. Kurikulum 2006 ini lebih populer dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Karena sejak diberlakukan kurikulum 2006 ini sekolah (satuan pendidikan) harus membuat kurikulum sendiri, yang tentu tiap sekolah berbeda kurikulumnya, namun begitu tetap mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan, di antaranya permen no 22 tahun 2006  tentang Standar Isi, permen no 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Read the rest of this entry

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ) 75 Itu Tidak Realistis

Pada Kurikulum 2006 (yang dikenal dengan KTSP) kita telah mengetahui bersama bahwa sekolah harus menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). KKM tersebut ditetapkan dengan aacuan tertentu dan tiapa mata pelajaran KKMnya bisa jadi berbeda-beda. KKM dtetapkan mulai dari yang rendah (misal 65) dan tiapa tahun ditingkatkan hingga mencapai KKM ideal nasional yaitu 75 atau bahkan lebih.

Yang menjadi permasalahan adalah KKM meningkat namun tidak dibarengi dengan kualitas pembelajaran, sehingga KKM 75 itu terkesan dipaksakan, artinya sebenarnya ada sekolah (tidak semua) yang sebenarnya belum waktunya KKM 75 dipaksakan menjadi 75. Apalagi nilai rapor menjadi unsur perhitungan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Apa akibatnya? terjadilah apa yang kita sebut katrol nilai. Read the rest of this entry

Ketidakjelasan Konversi Nilai Dari Skala 100 Ke Skala 4 Di Permendikbud No 81A Tahun 2013

Posting ini saya tulis berdasarkan milis PELAKSANA KURIKULUM 2013 SMA. Jadi masalah konversi nilai dari skala 100 ke skala 4 pada judul di atas adalah masalah yang ada di SMA. Sampai posting ini saya tulis sudah ada titik terang kesepakatan mengenai konversi nilai dari skala 100 ke skala 4, walaupun kesepakatan itu tidak bisa disebut sebagai dokumen resmi, karena tidak dituangkan dalam suatu surat keputusan.

Seperti yang telah dipaparkan di permendikbud nomor 81 A (lampitan IV) bahwa nilai pada LCK (Laporan Capaian Kompetensi) pada kurikulum 2013 dinyatakan dalam skala 4, yaitu dari 1 hingga 4 dalam bentu kelipatan 0,33, sperti di bawah ini Read the rest of this entry

Sistem Penilaian Kurikulum 2013 Jenjang SD

K13Alhamdulillah saya sudah mendapatkan dokumen-dokumen sebagai panduan penilaian kurikulum 2013 untuk jenjang SD.  Untuk model rapor atau LCK (Laporan Capaian Kompetensi) saya belum mendapatkan yang final, seperti halnya LCK SMA yang sudah dituangkan dalam surat keputusan dirjen dikmen. Namun pedoman-pedoman yang dapat diunduh melalui tautan-tautan di bawah ini saya yakin sangat berguna bagi guru-guru SD untuk mengeimplementasikan kurikulum 2013.

Berikut ini tautan-tautan unduh pedoman sistem penilaian kurikulum 2013 untuk jenjang SD. Silakan diunduh, dipelajari dan diimplementasikan. Read the rest of this entry

Panduan Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah (Saintific Approach)

pendekatan ilmiahSatu hal yang baru dalam kurikulum 2013 adalah dikenalkannya pendektan ilmiah (saintific approach), walupun sebenarnya bukan hal yang baru, karena pendekatan ilmiah pada KBK sudah ada, namun istilahnya saja yang berbeda. Masih ingatkah kita dengan PKP (Pendekatan Kerampilan Proses)? Sebenarnya esensinya sama atau hampirs sama.

Boleh dibilang ruh dari kurikulum 2013 adalah pendekatan ilmiah. Ketika pelatihan kurikulum 2013 yang lalu, masih banyak guru bingung walaupun sudah dilatih. Teman-teman guru umumnya hanya mengenal istilahnya saja, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menyimpulkan. Namun dalama tataran praktik seperti apa pendekatan ilmiah itu teman-teman masih banyak yang bingung. Read the rest of this entry

Akhirnya Keluar Juga Keputusan Dirjen Dikmen Tentang LCK (Laporan Capaian Kompetensi)

Rapor atau yang kita kenal dengan LHB (Laporan Hasil belajar) merupakan dokumen penting yang merupakan hasil belajar siswa selama satu semester. Pada kurikulum 2013 ini muncul juga istilah baru pengganti istilah rapor. Bila yang dulu istilahnya LHB (Laporan Hasil Belajar), sekarang istilahnya LCK (Laporan Capaian Kompetensi). Seperti yang saya posting beberapa hari yang lalu, skala nilai pada kurikulum 2013 adalah 1 – 4, kelipatan 0,33.

Model LCK Kurikulum 2013 dituangkan dalam Keputusan Dirjen Dikmen Kemdikbud Nomor 717/D/Kep/2013 Tentang Bentuk dan Tata Cara Penyusunan Laporan Capaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Di bawah ini adalah contoh pengisian LCK kurikulum 2013: Read the rest of this entry

Skala Nilai Pada Rapor Kurikulum 2013

K13Salah satu perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum terdahulu adalah model rapor. Pada kurikulum sebelumnya skala nilai dari 0 hingga 100, sedangkan untuk aspek afektif menggunakan huruf A, B, C, D. Pada kurikulum 2013 skala nila tidak lagi 0 – 100, melainkan 1 – 4 untuk aspek kognitif dan psikomotor, sedangkan untuk aspek afektif menggunakan SB = Sangat Baik, B = Baik, C = Cukup, K = Kurang. Skala nilai 1 – 4 dengan ketentuan kelipatan 0,33. Jadi secara jelas nilai untuk kurikulum 2013 adalah Read the rest of this entry

KIKD, Silabus, dan Contoh RPP Kurikulum 2013

K13Berikut saya rangkum KIKD, silabus, dan contoh RPP  kurikulum 2013. Untuk SD terdapat silbus dari kelas dari kelas 1 hingga kelas 6, sedang untuk SMP silabus semua mata pelajaran kelas 7 hingga kelas 9, sedangkan SMA kelas 10 hingga kelas 12. Untuk RPP juga ada contoh semua mata pelajaran, namun untuk SMA contohnya hanya mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan KIKD lengkap untuk jejang SD, SMP, dan SMA

Berikut ini tautan unduhannya. Read the rest of this entry