Standar Proses

Pada tulisan terdahulu sudah saya paparkan bahwa SKL (Standar Komptensi Lulusan) berfungsi sebagai acuan mengembangkan standar-standar yang lain, termasuk standar isi dan standar proses. SKL terdiri dari 3 dimensi, yaitu dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. 3 dimensi ini dijabarkan ke dalam standar isi, yang salah satu komponennya adalah Kompetensi Inti (KI) yang terdiri dari 4, yaitu kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Selanjutnya setelah SKL ditetapkan dan dijabarkan dalam SI (Standar Isi), untuk menerapkan dalam pembelajaran diperlukan kaidah, ketentuan atau kriteria, yang disebut dengan standar proses.  Read the rest of this entry

Iklan

Google Classroom: Kelas Digital Sederhana namun Powerfull

Masih jarang guru-guru yang mengenal Google Classroom. Memang Google Classroom belum lama dirilis. Ketika dirilis pun, Google Classroom tidak bisa diakses dengan gmail biasa, seperti fatkoer@gmail.com, namun harus diakses dengan gmail dari GSE (G Suite for Education), seperti fatkoer@sman1tanjung.sch.id. Namun saat ini Google Classroom bisa diakses dengan gmail biasa.

Karena Google Classroom merupakan LMS (Learning Management System) baru maka tentu masih ada kekurangan, namun terdapat kelebihan yang tidak dipunyai oleh LMS lain, di antaranya adalah:

Read the rest of this entry

Standar Isi

Di posting  terdahulu tentang SKL kurikulum 2013, telah saya paparkan bahwa terdapat 3 dimensi dalam SKL, yaitu dimensi sikap, dimensi pengetahuan dan dimensi keterampilan. SKL merupakan dasar atau acuan pengembangan standar-standar lain, termasuk Stndar Isi, dengan kata lain Itandar Isi dikembangkan berdasarkan SKL. Standar Isi  merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Lampiran permendikbud nomor 22 tahun 2016 halaman 2). Standar Isi terdiri dari Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Permendikbud nomor 22 tahun 2016 Pasal 1 ayat (1)). Read the rest of this entry

Standar Kompetensi Lulusan

Untuk memudahkan penulisan, Standar Kompetensi Lulusan selanjutnya saya sebut dengan SKL. Ada perbedaan yang sangat jauh perumusan SKL kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.

Pada kurikulum 2006, SKL diatur dalam permendiknas nomor 23 tahun 2006. Berikut ini saya berikan contoh SKL dari Geografi SMA/MA dan Ekonomi SMA/MA sebagai berikut:

SKL Geografi SMA/MA

  1. Memahami hakikat, objek, ruang lingkup, struktur, dan pendekatan Geografi
  2. Mempraktekkan keterampilan dasar peta dan memanfaatkannya dalam mengkaji geosfer
  3.  Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai wahana memvisualkan geosfer
  4. Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan unsur-unsur geosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi
  5. Memahami pola dan aturan tata surya dan jagad raya dalam kaitannya dengan kehidupan di muka bumi
  6. Memahami sumber daya alam dan pemanfaatannya secara arif
  7. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
  8. Menganalisis konsep wilayah dan pewilayahan dalam kaitannya dengan perencanaan pembangunan wilayah, pedesaan dan perkotaan, serta negara maju dan berkembang

Read the rest of this entry

Pengertian Kurikulum

Sebelum saya menguraikan pengertian kurikulum, saya kutipkan dulu tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional sudah dituliskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentan sistem pendidikan nasional, seperti berikut ini:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Read the rest of this entry

Menggunakan Nilai Optimum Untuk Keterampilan Matematika, Sesuaikah?

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa dalam Kurikulum 2013 setiap mata pelajaran terdiri dari 3 aspek, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk pengetahuan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih maka nilai akhir KD itu diambil adalah rerata dari nilai-nilai yang ada. Untuk keterampilan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih dengan teknik yang sama maka nilai akhir KD diambil yang optimum (paling tinggi).

Misal KD 4.1, dinilai sebanyak 3 kali dengan teknik praktik dan nilai yang didapat oleh seorang siswa misalnya 75, 80, dan 60, maka nilai yang diambil adalah 80 untuk KD 4.1. Hal ini menjadi pertanyaan, karena ini merupakan konsep baru dalam penilaian di Indonesia. Mengapa yang diambil adalah nilai optimum? Read the rest of this entry

Bolehkah Menggunakan Teknik Tes Tulis Untuk Menguji Keterampilan Dalam Matematika?

Pada kurikulum 2006 tidak dikenal yang namanya aspek psikomotor dalam matematika, hal ini berbeda dengan mata pelajaran fisika, kimia dan biologi. Ketika mapel ini ada aspek psikomotorik, sehingga dalam rapor kurikulum 2006 ada nilai kognitif dan nilai praktik.

Pada kurikulum 2013 semua mata pelajaran terdapat aspek keterampilan, termasuk matematika. Pada kurikulum 2013 keterampilan ada 2 jenis yaitu keterampilan berpikir dan keterampilan motorik (fisik). Setelah saya mengamati dan menelaah KD-KD keterampilan di mata pelajaran matematika, Keterampilan itu semuanya adalah keterampilan berpikir. Read the rest of this entry

Keterampilan Dalam Matematika

Dari sejak awal diberlakukan kurikulum 2013 timbul pertanyaan keterampilan dalam matematika sebenarnya seperti apa? Dalam mata pelajaran fisika, bilogi, kimia atau pendidikan jasmani kesehatan dan olahraga dapat mudah dipahami aspek keterampilannya.

Untuk membahas keterampilan dalam matematika terlebih dahulu kita baca dan pahami permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yang berbunyi seperti ini: Read the rest of this entry