Hukum Aksi Reaksi dan Kecurangan UN

aksi reaksiDi pelajaran fisika, kita mengenal hukum Newton III, yang disebut Hukum Aksi Reaksi. Hukum Aksi Reaksi Berbunyi

Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.

Lalu apa hubungan Hukum Aksi Reaksi dengan kecurangan UN yang setiap tahun terjadi dan modusnya semakin canggih. Pada awal UN digelar, soal hanya terdiri 1 paket, kemudian 2 paket, berlanjut menjadi 5 paket, dan UN tahun ini 2013 terdiri dari 30 paket (30 variasi soal) ditambah dengan barcode. Penambahan jumlah paket tentu ada alasannya, yaitu untuk mengurangi kecurangan yang setiap tahun terjadi. Entah berkurang apa tidak, yang jelas kecurangan selalu saja terjadi. 

Peningkatan jumlah paket tiap tahun ditingkatkan. Namun seiring dengan itu modus (cara atau tehnik) untuk melakukan kecurangan juga meningkat, dengan kata lain berbanding lurus, bukan berbanding terbalik. Oleh karena itulah kecurangan UN itu mirip sekali dengan Hukum Aksi Reaksi.

Lalu mengapa kecenderungan kecurangan UN tetap saja ada bahkan dengan modus yang selalu meningkat? Saya mempunyai analisa yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut, yang tentu ini hanya opini saya yang boleh Anda setuju atau tidak.

Siswa sudah menempuh proses pembelajaran yang cukup lama, yaitu 3 tahun, tentu semua siswa ingin lulus. Mereka tidak ingin dengan belajar 3 tahun gagal hanya dengan beberapa hari . Walaupun sebenarnya kriteria kelulusan siswa dari satuan pendidikan tidak semata lulus UN saja. Lulus UN itu adalah salah satu syarat saja. Syarat-syarat kelulusan siswa dari satuan pendidikan ada 4. Tapi faktanya hanya Lulus UN saja yang  jadi pusat perhatian. Jadi boleh dikatakan bahwa LULUS UN PASTI LULUS DARI SATUAN PENDIDIKAN.

Karena tidak ingin menjadi “korban” maka sebagian (entah sedikit atau banyak) menempuh segala cara, yang penting LULUS UN, termasuk mencontek saat UN, memburu bocoran soal UN, dan lain sebagainya. Ketika “kekekatan” pelaksanaan UN ditingkatkan, tentu kekhawatiran TIDAK LULUS juga meningkat. Jadi sebelum UN digelar siswa sudah khawatir terlebih dahulu. Hal ini dapat kita saksikan berita di TV, siswa menempuh cara yang aneh-aneh agar tidak menjadi “korban” (tidak lulus UN), misal melakukan ritual “dilangkahi oleh ibu”, pensil diberi mantra, bahkan ada yang ke kuburan. Ini menunjukkan bahwa siswa khawatir tidak lulus. Semakin ditingkatkan “keketatan UN” maka kekhawatiran tidak lulus juga meningkat, akibatnya keinginan berbuat curang juga semakin besar (tidak semua sih). Itulah makanya saya mengibaratkan Kecurangan UN itu mirip dengan Hukum Aksi Reaksi. Jadi peningkatan “keketatan UN” yang salah satunya dengan meningkatkan jumlah paket UN tidak akan mengurangi “keinginan” untuk berbuat curang bahkan modusnya pun semakin meningkat.

Walaupun sebenarnya lulus UN itu mudah, tetapi tetap saja siswa (bahkan guru) khawatir tidak lulus UN. Sudah waktunya pelaksanaan UN dievaluasi.

About Fatur Thok

Saya seorang guru matematika di SMAN 1 Tanjung Lombok Utara. Pendidikan terakhir S1 Pendidikan matematika IKIP Surabaya (sekarang UNESA). Perjalanan profesi, pernah menjadi guru inti dan anggota tim desain pembelajaran matematika di Lombok Barat.

Posted on 21 April 2013, in Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Betul ada aksi maka ada reaksi, yang dikehendaki adalah reaksi positif. Sebagain muncul reaksi negatif. Bila yang negatif ini sampai melanggar norma-norma maka harus diberikan hukuman tegas.

  2. eh pak fathur, di NTB khususnya di sekolah bapak , reaksinya positif apa negatih kui?

  3. Ya tentu ada yang reaksi posisitf ada yang reaksi negatif. Tapi yang penting guru di sekolah saya tidak “neko-neko”

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s