Ketidakjelasan Mengenai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Di Kurikulum 2013

Di kurikulum 2006 pantas disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) karena sebagian besar ketentuan-ketentuan dibuat oleh sekolah, misalnya silabus dibuat oleh sekolah, ketentuan kenaikan kelas, penentuan batas ketuntasa minimal (yang disbut KKM) juga ditentukan oleh sekolah. Di kurikulum 2013 memang juga disebut KTSP, namun kadar KTSPnya lebih rendah bila dibandingkan dengan kurikulum 2006.

Di kurikulum 2006 tegas dinyatakan bahwa sekolah harus membuat batasa ketuntasan sendiri yang tentu saja tidk sama dengan sekolah lain, yang kita kenal dengan istilah SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang kemudian berubah menjadi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Untuk menentukan KKM ini ada 3 kriteria yang menjadi acuan, yaitu Intake Siswa, Daya Dukung, dan Kompleksitas.

Di kurikulum 2013 tidak ada ketegasan mengenai KKM ini. Pada pasal 4 ayat (7) permendikbud 104/2014 ditegaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan acuan kriteria. Acuan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (7) merupakan penilaianĀ  kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.

Sehubungan dengan acuan kriteria ini, di pasal 9 ditetapkan sebagi berikut

BK (FILEminimizer)

Dari ketentuan pasal 9 ini dapat diartikan bahwa untuk pengetahuan dan keterampilan, siswa dikatakan tuntas bila mendapat nilai paling kecil 2,67. Jadi 2,67 itu adalah NILAI PALING KECIL yang harus diperoleh siswa, bukan KKM PALING KECIL yang boleh dibuat. Jadi di permen 104/2014 sebenarnya tidak ada ketegasan mengenai BOLEH atau TIDAK sekolah menentukan batas ketuntasan lebih tinggi atau lebih rendah dari 2,67 (untuk pengetahuan dan keterampilan) dan B untuk sikap.

Andaikan saja boleh, mengapa selama pelatihan tidak pernah disinggung mengenai KKM ini. Kalau pun ada pertanyaan dari peserta pelatihan maka instruktur menjawab ala kadarnya tanpa sisertai dasar dan juknis yang jelas, karena memang selama ini TIDAK ADA JUKNIS pembuatan KKM. Bahkan terminologi KKM pun tidak muncul di permen 104.

Namun ada yang berpendapat bahwa pembuatan KKM memakai juknis pada kurikulum 2006. Menurut hemat saya tidak bisa begitu, Kurikulum baru belum tentu ketentuannya sama dengan kurikulum lama. Misal sistem penilaian, model rapor sama sekali berbeda dengan kurikulum lama. Lantas KKM kurikulum 2013 (kalau pun sekolah boleh bikin KKM) apa juknisnya sama dengan kurikulum 2006?

Kesimpulan tulisan saya, penilaian pada kurkulum 2013 menggunakan acuan kriteria, dengan ketentuan batas ketuntasan minimal 2,67 untuk pegetahuan dan keterampilan, serta B (baik) untuk sikap. Masalahnya tidak ada ketegasan apakah guru boleh menentukan batas ketuntasan itu lebih rendah atau lebih tinggi dari ketentuan itu.

Tulisan Terkait

Iklan

About Fatur Thok

Saya seorang guru matematika di SMAN 1 Tanjung Lombok Utara. Pendidikan terakhir S1 Pendidikan matematika IKIP Surabaya (sekarang UNESA). Perjalanan profesi, pernah menjadi guru inti dan anggota tim desain pembelajaran matematika di Lombok Barat.

Posted on 2 Januari 2015, in Kurikulum, kurikulum 2013, Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Seluruh pendapat panjenengan yang panjenengan tuangkan, sangat sependapat dengan tuti. Terimakasih Tuhan…Engkau anuerahkan pikiran yang sama….Sesungguhnya…pemikiran ini sudah ber-ulang kali tuti sampaikan kepada beberapa kawan…perihal yang panjenengan tuliskan….berulang kali pula kawan tuti memberikan masukan….”coba baca dan pelajari lagi dengan seksama Permen-permen terkait….. Begitu…… Demikian pak….

  2. Memang mengenai kkm tidak ada namun pada permendikbud 104 sudah dipersyaratkan ketercapaian nilai 2,67 secara nasional apa kurangnya jika dtapsirkan ke kkm yang selama ini sangat mengganggu penerapan k 13 begitu pendapat saya Trims shared!

  3. Saya setuju dgn pendapat bapak ttg KKM di kur 13, dan selama ini juga sy lebih cenderung merujuk kepada Permen yang terkait dgn kur yang diacu, tks semoga pendapat ini dapat menyatukan persepsi kt semua sehingga tdk ada lg yg kontra di sekolah.

  4. pendapat ini barangkali terlambat, tapi ingin saya sampaikan pemikiran saya tentang kkm. KKM pada hematnya di k13 merupakan kriteria nilai yang ditetapkan guru berkenaan dengan kemampuan muridnya, jadi kkm bisa lebih dari standar nasional jika gurunya merasa mampu mengajarkan materi sehingga muridnya bisa mencapai nilai yang lebih tinggi. atau barangkali sekolah yang menetapkan kkm agar nilai siswa di sekolahnya harus mencapai angka tertentu, seperti halnya passing grade pada saat penerimaan siswa baru.

  5. Ani Murdiyati, S.Pd.

    terima kasih infonya pak

  6. untuk KKM KTSP 2013 sekarang sudah keluar Permendikbud 53 tahun 2015, serta permendikbud 20,21,22,23, dan 24 tahun 2016 , jadi cukup jelas tentang penentuan KKM yg harus dibuat oleh satuan pendidikan, yang perlu ditinjau ulang batas KKM pada intrumen akreditasi sekolah, yang bertentangan dengan penmendikbud yang baru. gitu brooo

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s