Menyoal Kriteria Kelulusan Dari Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2014/2015

LJ-UNPada tahun pelajaran 2014/2015 terjadi perubahan yang sangat mendasar mengenai UN (Ujian Nasional). Fungsi UN tahun pelajaran 2014/2015 berbeda dengan tahun pelajaran sebelumnya. Fungsi UN tahun pelajaran 2014/2015 dituangkan dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Pasal 68 PP Nomor 13 tahun 2015

Hasil UN digunakan sebagai dasar untuk:

a. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;

b. pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya

c. dihapus 

d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Di PP nomor 19 tahun 2005 fungsi UN digunakan sebagai kriteria kelulusan dari satuan pendidikan.

Berdasarkan pasal 68 PP 13 tahun 2015 maka kriteria kelulusan hanya ada 3 (tiga) seperti yang dituangkan dalam pasal 2 ayat 1 Permendikbud nomor 5 tahun 2015, yaitu:

(1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
c. lulus Ujian S/M/PK.

Pada tahun pelajaran sebelumnya  ada kriteria ke-4, yaitu lulus Ujian Nasional.

Permasalahan yang muncul adalah bagaimana bila peserta didik tidak mengikuti ujian nasional dan sudah terpenuhi ketiga kriteria tersebut diatas, apakah siswa bisa lulus dari satuan pendidikan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita perhatikan pasal 2 ayat 4 permendikbud nomor 5 tahun 2015, yang berbunyi:

Kelulusan peserta didik ditetapkan setelah satuan pendidikan menerima hasil UN peserta didik yang bersangkutan.

Artinya walaupun peserta didik sudah sudah memenuhi ketiga kriteria tersebut namun bila tidak mengikuti ujian nasional maka kelulusannya tidak bisa ditetapkan, dengan kata lain digantung atau ditahan kelulusannya.

Dengan demikian pasal 2 ayat 4 ini tersirat bahwa siswa wajib mengikuti UN untuk memenuhi kelulusan, wajib ikut tetapi tidak wajib lulus, karena tahun pelajaran 2014/2015 tidak ada istilah lulus UN.

Namun bila kita tidak jeli membaca pasal 2 ayat 4 ini, maka seolah-olah siswa tidak wajib ikut UN jika hanya memperhatikan pasal 2 ayat 1.

Namaun alangkah baiknya kriteria kelulusan dari satuan pendidikan dipertegas mengenai keikutsertaan UN ini, yaitu dijadikan syarat ke-4, yang berbunyi “mengikuti Ujian Nasional”, sehingga pasal 2 ayat 1 saya mengusulkan menjadi:

(1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
c. lulus Ujian S/M/PK.
d. mengikuti Ujian Nasional. 

(wajib) mengikuti ujian nasional, namun nilaianya tidak mempengaruhi kelulusan.

Kewaiban siswa mengikuti UN sesuai dengan pasal 69 PP (Peraturan Pemerintah) nomor 13 tahun 2015 yang berbunyi sebagai berikut:

UN12

 

About Fatur Thok

Saya seorang guru matematika di SMAN 1 Tanjung Lombok Utara. Pendidikan terakhir S1 Pendidikan matematika IKIP Surabaya (sekarang UNESA). Perjalanan profesi, pernah menjadi guru inti dan anggota tim desain pembelajaran matematika di Lombok Barat.

Posted on 12 April 2015, in Kabar UN, Pendidikan, Peraturan Perundangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s