Pengertian Kurikulum

Sebelum saya menguraikan pengertian kurikulum, saya kutipkan dulu tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional sudah dituliskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentan sistem pendidikan nasional, seperti berikut ini:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berikut saya kutipkan definisi kurikulum yang juga sudah dituliskan dalam UU Nomor 20 tahun 2003. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Berikut saya paparkan 8 Standar Nasional Pendidkan (SNP) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu 19 tahun 2005, yaitu (1) Standar Kompetensi Lulusan (2) Standar Isi (3) Standar Proses (4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (5) Standar Sarana Prasarana (6) Standar Pengelolaan (7) Standar Pembiayaan dan (8) Standar Penilaian.

Terdapat keterkaitan yang erat antara tujuan pendidikan nasional, SNP dan kurikulum. Dari 8 SNP, yang menjadi ranah kurikulum sebenarnya Cuma 4 standar, yaitu (1) Standar Kompetensi Lulusan (2) Standar Isi (3) Standar Proses dan (4) Stndar Penilaian, karena hanya 4 standar inilah yang berkaitan langsung dengan pembelajaran. Perhatikan definisi kurikulum, terutama 4 kata atau frasa yang saya garisbawahi, yaitu: tujuan, isi, cara yang digunakan dan mencapai tujuan.

“Tujuan” berkaitan dengan Standar Kompetensi Lulusan, “Isi” berkaitan dengan Standar Isi, “Cara yang digunakan” berkaitan dengan Standar Proses dan “mencapai tujuan” berkaitan dengan Standar Penilaian. Oleh karena ketika terjadi perubahan kurikulum maka yang diubah adalah peraturan menteri mengenai keempat standar itu. Pada kurikulum 2006, Stndar Kompetensi Lulusan diatur dalam Permendiknas nomor 23 tahun 2006, Standar Isi diatur dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006, Standar Proses diatur dalam Permendiknas 47 tahun 2006 dan Standar Penilaian diatur dalam Permendiknas nomor 20 tahun 2007. Jadi dasar pemberlakuan kurikulum 2006 adalah sebagai berikut

1) Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lululusan

2) Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi

3) Permendiknas nomor 47 tahun 2006 tentang Standar Proses

4) Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian.

Ketika terjadi perubahan kurikulum, dari kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 maka keemapat SNP itu diubah. Dasar pemberlakuan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

1) Permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan

2) Permendikbud nomor 64 tahun 2013 tetntang Standar Isi

3) Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses

4) Permendikbud nomor 66 tentang Standar Penilaian.

Pada tahun 2016 kurikulum 2013 direvisi, tentu permedikbud mengenai keempat standar itu harus pula direvisi, karena kurikulum itu berkaitan erat dengan keempat standar itu. Dasar pemberlakuan kurikulum 2013 yang sudah direvisi adalah sebagai berikut:

1) Pemendikbud nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan

2) Permendikbud nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi

3) Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses

4) Permendikbud nomot 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian.

Untuk memahami esensi kurikulum 2013 maka kita harus mempelajari secara mendalam kandungan keempat permendikbud tersebut. Di dalam pelatihan-pelatihan peserta hampir tidak pernah diajak menelaah keempat permendikbud tersebut, sehingga peserta kadang tidak memahami secara peneuh esensi kurikulum 2013. Biasanya peserta diajak mengisi Lembar Kerja (LK) berbagai macam analisis yang produk akhirnya adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Tidak salah memang, namun peserta kurang dilatih untuk berpikir kritis.

Baiklah, untuk selanjutnya marilah kita pelajari kandungan keempat permendikbud nomor 20, 21, 22, dan 23 tahun 2016, yang berturut-turut mengenai Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian.

About Moch. Fatkoer Rohman

Saya seorang guru matematika di SMAN 1 Tanjung Lombok Utara. Pendidikan terakhir S1 Pendidikan matematika IKIP Surabaya (sekarang UNESA). Perjalanan profesi, pernah menjadi guru inti dan anggota tim desain pembelajaran matematika di Lombok Barat.

Posted on 11 Oktober 2017, in Kurikulum, kurikulum 2013 and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s