Arsip Blog

Menggunakan Nilai Optimum Untuk Keterampilan Matematika, Sesuaikah?

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa dalam Kurikulum 2013 setiap mata pelajaran terdiri dari 3 aspek, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk pengetahuan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih maka nilai akhir KD itu diambil adalah rerata dari nilai-nilai yang ada. Untuk keterampilan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih dengan teknik yang sama maka nilai akhir KD diambil yang optimum (paling tinggi).

Misal KD 4.1, dinilai sebanyak 3 kali dengan teknik praktik dan nilai yang didapat oleh seorang siswa misalnya 75, 80, dan 60, maka nilai yang diambil adalah 80 untuk KD 4.1. Hal ini menjadi pertanyaan, karena ini merupakan konsep baru dalam penilaian di Indonesia. Mengapa yang diambil adalah nilai optimum? Read the rest of this entry

Iklan

Bolehkah Menggunakan Teknik Tes Tulis Untuk Menguji Keterampilan Dalam Matematika?

Pada kurikulum 2006 tidak dikenal yang namanya aspek psikomotor dalam matematika, hal ini berbeda dengan mata pelajaran fisika, kimia dan biologi. Ketika mapel ini ada aspek psikomotorik, sehingga dalam rapor kurikulum 2006 ada nilai kognitif dan nilai praktik.

Pada kurikulum 2013 semua mata pelajaran terdapat aspek keterampilan, termasuk matematika. Pada kurikulum 2013 keterampilan ada 2 jenis yaitu keterampilan berpikir dan keterampilan motorik (fisik). Setelah saya mengamati dan menelaah KD-KD keterampilan di mata pelajaran matematika, Keterampilan itu semuanya adalah keterampilan berpikir. Read the rest of this entry

Keterampilan Dalam Matematika

Dari sejak awal diberlakukan kurikulum 2013 timbul pertanyaan keterampilan dalam matematika sebenarnya seperti apa? Dalam mata pelajaran fisika, bilogi, kimia atau pendidikan jasmani kesehatan dan olahraga dapat mudah dipahami aspek keterampilannya.

Untuk membahas keterampilan dalam matematika terlebih dahulu kita baca dan pahami permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yang berbunyi seperti ini: Read the rest of this entry

Ketidakjelasan Mengenai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Di Kurikulum 2013

Di kurikulum 2006 pantas disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) karena sebagian besar ketentuan-ketentuan dibuat oleh sekolah, misalnya silabus dibuat oleh sekolah, ketentuan kenaikan kelas, penentuan batas ketuntasa minimal (yang disbut KKM) juga ditentukan oleh sekolah. Di kurikulum 2013 memang juga disebut KTSP, namun kadar KTSPnya lebih rendah bila dibandingkan dengan kurikulum 2006.

Di kurikulum 2006 tegas dinyatakan bahwa sekolah harus membuat batasa ketuntasan sendiri yang tentu saja tidk sama dengan sekolah lain, yang kita kenal dengan istilah SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang kemudian berubah menjadi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Untuk menentukan KKM ini ada 3 kriteria yang menjadi acuan, yaitu Intake Siswa, Daya Dukung, dan Kompleksitas. Read the rest of this entry

Sistem Penilaian Kurikulum 2013 Jenjang SMP

raportkurikulum2013Setelah saya memposting mengenai sistem penilaian (termasuk rapor) SMA dan SD, kini untuk melengkapi giliran saya memposting sistem penilaian kurikulum 2013 untuk jenjang SMP. Tampaknya ada perbedaan antara rapor SMP dan SMA, namun perlu dicatat bahwa model rapor SMP ini masih draft, sedangkan model rapor SMA sudah final, karena sudah dituangkan dalam surat keputusan dirjen dikmen kemdikbud. Perbedaan tersebut adalah nama guru yang tidak ditulis pada rapor SMP dan nilai untuk aspek pengetahuan dan keterampilan dinyatakan hanya dalam bentuk huruf.

Perhatikan model rapor SMP di bawah ini dan silakan dibandingkan dengan model rapor SMA Read the rest of this entry