Arsip Blog

Standar Penilaian

Setelah ditetapkan SKL, dijabarkan dalam Standar Isi. Kemudian ditentukan Standar Proses, maka untuk melakukan pengukuran keberhasilan pembelajaran maka diperlukan Standar Penilaian. Standar Penilaian ini diatur dalam permendikbud nomor 23 tahun 2016, yang merupakan pengganti dari permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan

Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang
digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan. 
menengah.

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Read the rest of this entry

Iklan

Ketentuan-Ketentuan Penilaian Menurut Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014

Penilaian merupakan masalah yang paling krusial di kurikulum 2013. Salah ide penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Namun perkembangan selanjutnya ditegaskan di permendikbud 104/2014 penilaian terdiri dari penilaian autentik dan non-autentik (Pasal 2 ayat 1 Permendikbud 104/2014).

Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu dipahami mengenai ketentuan-ketentuan penilaian menurut permendikbud 104 tahun 2014 sebagai berikut: Read the rest of this entry

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ) 75 Itu Tidak Realistis

Pada Kurikulum 2006 (yang dikenal dengan KTSP) kita telah mengetahui bersama bahwa sekolah harus menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). KKM tersebut ditetapkan dengan aacuan tertentu dan tiapa mata pelajaran KKMnya bisa jadi berbeda-beda. KKM dtetapkan mulai dari yang rendah (misal 65) dan tiapa tahun ditingkatkan hingga mencapai KKM ideal nasional yaitu 75 atau bahkan lebih.

Yang menjadi permasalahan adalah KKM meningkat namun tidak dibarengi dengan kualitas pembelajaran, sehingga KKM 75 itu terkesan dipaksakan, artinya sebenarnya ada sekolah (tidak semua) yang sebenarnya belum waktunya KKM 75 dipaksakan menjadi 75. Apalagi nilai rapor menjadi unsur perhitungan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Apa akibatnya? terjadilah apa yang kita sebut katrol nilai. Read the rest of this entry

Sistem Penilaian Kurikulum 2013 Jenjang SMP

raportkurikulum2013Setelah saya memposting mengenai sistem penilaian (termasuk rapor) SMA dan SD, kini untuk melengkapi giliran saya memposting sistem penilaian kurikulum 2013 untuk jenjang SMP. Tampaknya ada perbedaan antara rapor SMP dan SMA, namun perlu dicatat bahwa model rapor SMP ini masih draft, sedangkan model rapor SMA sudah final, karena sudah dituangkan dalam surat keputusan dirjen dikmen kemdikbud. Perbedaan tersebut adalah nama guru yang tidak ditulis pada rapor SMP dan nilai untuk aspek pengetahuan dan keterampilan dinyatakan hanya dalam bentuk huruf.

Perhatikan model rapor SMP di bawah ini dan silakan dibandingkan dengan model rapor SMA Read the rest of this entry

Model Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik SMA

raporSelama ini kita bertanya-tanya bagaimana sih model penilaian dan format rapor Kurikulum 2013. Untuk itu saya sudah menulis tentang skala nilai untuk Kurikulum 2013, yaitu 1 – 4, bukan lagi 0 – 100. Skala nilai itu dijelaskan di Permendikbud No 81A Tahun 2013 tentang Implentasi Kurikulum 2013. Permendimbud tersebut terdiri dari 5 lampiran, yaitu 1) Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan KTSP 2) Pedoman Pengembangan Muatan Lokal 3) Pedoman Kegiatan Ektrakurikuler 4) Pedoman Umum Pembelajaran dan 5) Pedoman Evaluasi Kurikulum

Di lampiran 4 tentang pedoman umum pembelajarn sudah dijelaskan mengenai model penilaian, namun belum diuraikan secara teknis, termasuk belum dikemukan model format rapor Kurikulum 2013. Lebih rinci mengenai model penilaian dan format rapor dijelaskan dalam juknis yang dikeluarkan oleh Dirjen PSMA Kemdikbud. Juknis model penilaian dan format rapor dapat dilihat di bawah ini Read the rest of this entry