Arsip Blog

Menggunakan Nilai Optimum Untuk Keterampilan Matematika, Sesuaikah?

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa dalam Kurikulum 2013 setiap mata pelajaran terdiri dari 3 aspek, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk pengetahuan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih maka nilai akhir KD itu diambil adalah rerata dari nilai-nilai yang ada. Untuk keterampilan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih dengan teknik yang sama maka nilai akhir KD diambil yang optimum (paling tinggi).

Misal KD 4.1, dinilai sebanyak 3 kali dengan teknik praktik dan nilai yang didapat oleh seorang siswa misalnya 75, 80, dan 60, maka nilai yang diambil adalah 80 untuk KD 4.1. Hal ini menjadi pertanyaan, karena ini merupakan konsep baru dalam penilaian di Indonesia. Mengapa yang diambil adalah nilai optimum? Read the rest of this entry

Iklan