Standar Kompetensi Lulusan

Untuk memudahkan penulisan, Standar Kompetensi Lulusan selanjutnya saya sebut dengan SKL. Ada perbedaan yang sangat jauh perumusan SKL kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.

Pada kurikulum 2006, SKL diatur dalam permendiknas nomor 23 tahun 2006. Berikut ini saya berikan contoh SKL dari Geografi SMA/MA dan Ekonomi SMA/MA sebagai berikut:

SKL Geografi SMA/MA

  1. Memahami hakikat, objek, ruang lingkup, struktur, dan pendekatan Geografi
  2. Mempraktekkan keterampilan dasar peta dan memanfaatkannya dalam mengkaji geosfer
  3.  Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai wahana memvisualkan geosfer
  4. Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan unsur-unsur geosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi
  5. Memahami pola dan aturan tata surya dan jagad raya dalam kaitannya dengan kehidupan di muka bumi
  6. Memahami sumber daya alam dan pemanfaatannya secara arif
  7. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
  8. Menganalisis konsep wilayah dan pewilayahan dalam kaitannya dengan perencanaan pembangunan wilayah, pedesaan dan perkotaan, serta negara maju dan berkembang

SKL Ekonomi SMA/MA

  1. Menganalisis permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia dan sistem ekonomi
  2. Mendeskripsikan kegiatan ekonomi produsen, konsumen, permintaan, penawaran dan harga keseimbangan melalui mekanisme pasar
  3. Mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dalam kaitannya dengan pendapatan nasional, konsumsi, tabungan dan investasi, uang dan perbankan
  4. Memahami pembangunan ekonomi suatu negara dalam kaitannya dengan ketenagakerjaan, APBN, pasar modal dan ekonomi terbuka
  5. Menyusun siklus akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang
  6. Memahami fungsi-fungsi manajemen badan usaha, koperasi dan kewirausahaan.

Dari 2 contoh SKL mata pelajaran Geografi dan Ekonomi nampak bahwa SKL masing-masing mata pelajaran berbeda. SKL pada kurikulum 2006 adalah semacam ringkasan kompetensi yang akan keluar dalam ujian akhir, baik pada Ujian Sekolah (US) maupun Ujian Nasional (UN). Di permendikbud nomor 23 tahun 2006 tentang SKL memang fungsi SKL adalah sebagai pedoman penilaian, sebagaimana dipaparkan di pasal 1 permendikbud tersebut, yang berbunyi Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik

Sekarang marilah telaah SKL kurikulum 2013 yang diatur dalam permendikbud nomor 20 tahun 2016. Pengertian SKL (Kurikulum 2013) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan . Dengan demikian setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berikut saya tuliskan SKL kurikulum 2013. Adapun tujuan SKL (Kurikulum 2013) adalah  digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana danprasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Berdasarkan tujuan SKL Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 jelas terdapat perbedaan yang mendasar anatar SKL Kurikulum 2006 dan SKL Kurikulum 2013. Perbedaan tersebut akan dipaparkan setelah diuraikan SKL Kurikulum 2013.

Dimensi Sikap

SD/MI/SDLB/Paket A SMP/MTs/SMPLB/Paket B SMA/MA/SMALB/Paket C

RUMUSAN

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,

2. berkarakter, jujur, dan peduli,

3. bertanggungjawab,

4. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan

5. sehat jasmani dan rohani

sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,

2. berkarakter, jujur, dan peduli,

3. bertanggungjawab,

4. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan

5. sehat jasmani dan rohani

sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,

2. berkarakter, jujur, dan peduli,

3. bertanggungjawab,

4. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan

5. sehat jasmani dan rohani

sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Dimensi Pengetahuan

SD/MI/SDLB/Paket A SMP/MTs/SMPLB/Paket B SMA/MA/SMALB/Paket C

RUMUSAN

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar berkenaan dengan:

1. ilmu pengetahuan,

2. teknologi,

3. seni, dan

4. budaya.

Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan:

1. ilmu pengetahuan,

2. teknologi,

3. seni, dan

4. budaya.

Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berkenaan dengan:

1. ilmu pengetahuan,

2. teknologi,

3. seni,

4. budaya, dan

5. humaniora.

Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, serta kawasan regional dan internasional

Dimensi Keterampilan

SD/MI/SDLB/Paket A SMP/MTs/SMPLB/Paket B SMA/MA/SMALB/Paket C

RUMUSAN

Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:

1. kreatif,

2. produktif,

3. kritis,

4. mandiri,

5. kolaboratif, dan

6. komunikatif

melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan tahap perkembangan anak yang relevan dengan tugas yang diberikan

Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:

1. kreatif,

2. produktif,

3. kritis,

4. mandiri,

5. kolaboratif, dan

6. komunikatif

melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:

1. kreatif,

2. produktif,

3. kritis,

4. mandiri,

5. kolaboratif, dan

6. komunikatif

melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

Perbedaan SKL Kurikulum 2016 dan Kurikulum 2013

Dari paparan SKL kurikulum 2013 di atas ternyata SKL untuk semua mata pelajaran adalah sama, hal ini berbeda dengan SKL kurikulum 2006 yang setiap mata pelajaran berbeda. Secara tegas perbedaan SKL kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

SKL 2006

SKL 2013

1.      Setiap mata pelajaran memiliki SKL yang berbeda-beda yang merupakan ringkasan kompetensi yang akan keluar di ujian akhir

2.      Sebagai acuan penilaian.

1.      Setiap mata pelajaran memiliki SKL yang sama, yang terdiri dari 3 dimensi, yaitu dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan

2.      Sebagai acuan untuk mengembangkan standar isi, stndar proses dan standar penilaian

 

Karena fungsi yang berbeda SKL 2006 dan SKL 2013 maka wajarlah peraturan menteri tentang SKL kurikulum 2006 terbit setelah peraturan menteri tentang Standar Isi, karena SKL 2006 merupakan pedoman penilaian, karena penilaian itu adanya di akhir pembelajaran. SKL nomor 23 tahun 2006 sedangkan Standar Isi nomor 22 tahun 2006

Sedangkan peraturan menteri tentang SKL kurikulum 2013 terbit paling awal, karena SKL 2013 berfungsi sebagi acuan mengembangkan standar yang lain, yaitu Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian. Peraturan menteri tentang SKL adalah nomor 20 tahun 2016, berturut-turut nomor 21, 22 dan 23 tentang Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian.

Kaitan Tujuan Pendidikan Nasional dan SKL (Kurikulum 2013)

Sebagai penutup penjelasan tentang SKL kurikulum 2013, marilah sekarang kita telaah mengapa terdapat 3 dimensi dalam SKL 2013, yaitu dimensi sikap, dimensi pengetahuan dan dimensi keterampilan. Kita lihat lagi tujuan pendidikan nasional yang telah saya tuliskan di awal.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esaberakhlak mulia, sehat, berilmucakap, kreatifmandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Perhatikan frasa yang saya tebalkan dan bergaris bawah, yaitu “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia”, ini berkaitan dengan dimensi sikap, sedangkan “berilmu” berkaitan dengan dimensi pengetahuan, dan “Cakap, kreatif, mandiri” berkaitan dengan dimensi keterampilan. Ini artinya 3 dimensi SKL pada kurikulum 2013 sudah sangat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan kata lain SKL kurikulum 2013 pada hakikatnya untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Bila SKL tercapai maka tentu tujuan pendidikan nasional akan tercapai.

About Moch. Fatkoer Rohman

Saya seorang guru matematika di SMAN 1 Tanjung Lombok Utara. Pendidikan terakhir S1 Pendidikan matematika IKIP Surabaya (sekarang UNESA). Perjalanan profesi, pernah menjadi guru inti dan anggota tim desain pembelajaran matematika di Lombok Barat.

Posted on 12 Oktober 2017, in Kurikulum, kurikulum 2013 and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s