Arsip Blog

Standar Penilaian

Setelah ditetapkan SKL, dijabarkan dalam Standar Isi. Kemudian ditentukan Standar Proses, maka untuk melakukan pengukuran keberhasilan pembelajaran maka diperlukan Standar Penilaian. Standar Penilaian ini diatur dalam permendikbud nomor 23 tahun 2016, yang merupakan pengganti dari permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan

Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang
digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan. 
menengah.

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Read the rest of this entry

Iklan

Standar Proses

Pada tulisan terdahulu sudah saya paparkan bahwa SKL (Standar Komptensi Lulusan) berfungsi sebagai acuan mengembangkan standar-standar yang lain, termasuk standar isi dan standar proses. SKL terdiri dari 3 dimensi, yaitu dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. 3 dimensi ini dijabarkan ke dalam standar isi, yang salah satu komponennya adalah Kompetensi Inti (KI) yang terdiri dari 4, yaitu kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Selanjutnya setelah SKL ditetapkan dan dijabarkan dalam SI (Standar Isi), untuk menerapkan dalam pembelajaran diperlukan kaidah, ketentuan atau kriteria, yang disebut dengan standar proses.  Read the rest of this entry

Pengertian Kurikulum

Sebelum saya menguraikan pengertian kurikulum, saya kutipkan dulu tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional sudah dituliskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentan sistem pendidikan nasional, seperti berikut ini:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Read the rest of this entry

Menggunakan Nilai Optimum Untuk Keterampilan Matematika, Sesuaikah?

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa dalam Kurikulum 2013 setiap mata pelajaran terdiri dari 3 aspek, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk pengetahuan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih maka nilai akhir KD itu diambil adalah rerata dari nilai-nilai yang ada. Untuk keterampilan, bila 1 KD dinilai 2 kali atau lebih dengan teknik yang sama maka nilai akhir KD diambil yang optimum (paling tinggi).

Misal KD 4.1, dinilai sebanyak 3 kali dengan teknik praktik dan nilai yang didapat oleh seorang siswa misalnya 75, 80, dan 60, maka nilai yang diambil adalah 80 untuk KD 4.1. Hal ini menjadi pertanyaan, karena ini merupakan konsep baru dalam penilaian di Indonesia. Mengapa yang diambil adalah nilai optimum? Read the rest of this entry

Keterampilan Dalam Matematika

Dari sejak awal diberlakukan kurikulum 2013 timbul pertanyaan keterampilan dalam matematika sebenarnya seperti apa? Dalam mata pelajaran fisika, bilogi, kimia atau pendidikan jasmani kesehatan dan olahraga dapat mudah dipahami aspek keterampilannya.

Untuk membahas keterampilan dalam matematika terlebih dahulu kita baca dan pahami permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yang berbunyi seperti ini: Read the rest of this entry

Kaitan Kurikulum 2013 dan KTSP

Ketika saya memberikan materi diklat di beberapa sekolah, masih ada saja peserta yang belum memahami kaitan antara kurikulum 2013 dan KTSP. Saat ini sudah era Kurikulum 2013 kok masih ada materi diklat KTSP? Apa KTSP masih berlaku? Begitu pertanyaan yang sering muncul. Baiklah saya akan menguraikan kedudukan atau kaitan KTSP terhadap Kurikulum 2013.

Lazimnya penamaan kurikulum itu didasarkan pada tahun pemberlakuannya. Misal kurikulum yang diterapkan pada tahun 1975 disebut kurikulum 75, yang diterapkan pada tahun 1984 disebut kurikulum 84, yang diterapkan pada tahun 1994 disebut kurikulum 94, yang diterapkan pada tahun 2004 disebut kurikulum 2004. Nah untuk kurikulum 2004 juga disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi yang sering disebut KBK. Jadi kurikulum yang diberlakukan pada tahun 2004 boleh disebut kurikulum 2004 atau KBK.  Read the rest of this entry

Membuat Deskripsi Yang Tepat Pada Rapor Kurikulum 2013

Berdasarkan permendikbud nomor 104 tahun 2014 bahwa rapor tidak hanya diisi dengan nilai, namun juga diberikan deskripsi untuk ketiga ranah yaitu deskripsi pengetahuan, deskripsi keterampilan dan deskripsi sikap. Membuat deskripsi pada nilai suatu mata pelajaran itu berdasarkan nilai setiap KD (Kompetensi Dasar). Dua orang siswa sama-sama dapat nilai 3,65 (misalnya) belum tentu deskripsinya sama, karena penguasaan terhadap KD-KD kedua siswa itu belum tentu sama.

Sebagai contoh, misalkan matematika terdapat 5 KD untuk pengetahuan, yaitu KD 3.1 sampai dengan KD 3.5. Bisa saja siswa pertama, KD 3.1 sampai dengan 3.4 SANGAT MENGUASAI, sedangkan KD 3.5 kategorinya MENGUASAI, sedangkan siswa kedua KD 3.1 MENGUASAI sedangkan KD 3.2 sampai dengan KD 3.5 SANGAT MENGUASAI. Jadi masing-masing siswa bisa jadi deskripsinya semuanya berbeda. Inilah yang menjadi salah satu alasan bahwa menulis deskripsi pada rapor kurikulum 2014 itu merepotkan, kecuali bila dibantu dengan aplikasi, sehingga deskripsi akan muncul otomatis. Read the rest of this entry

Ketentuan-Ketentuan Penilaian Menurut Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014

Penilaian merupakan masalah yang paling krusial di kurikulum 2013. Salah ide penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Namun perkembangan selanjutnya ditegaskan di permendikbud 104/2014 penilaian terdiri dari penilaian autentik dan non-autentik (Pasal 2 ayat 1 Permendikbud 104/2014).

Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu dipahami mengenai ketentuan-ketentuan penilaian menurut permendikbud 104 tahun 2014 sebagai berikut: Read the rest of this entry